Hukum Properti

Properti Indonesia – Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera)

Tapera

 Latar Belakang

Untuk menjawab kebutuhan akan perumahan rakyat yang terjangkau dan sebagai salah satu bentuk usaha Pemerintah untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidup rakyat, DPR dan Pemerintah Indonesia bersama-sama membentuk suatu Undang-Undang yang bernama Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat (UU Tapera). UU Tapera akan menjadi landasan hukum untuk salah satu program Pemerintah bernama Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

 Program Tapera

Program Tapera adalah bentuk skema baru Pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan akan bidang perumahan dengan cara menambahkan sejumlah iuran tabungan wajib bagi Pegawai dan Pemberi Kerja. Pekerja Mandiri dan Pegawai yang telah menikah atau berusia minimal 18 tahun dengan gaji diatas upah minimum diwajibkan untuk mengikuti Program Tapera. Program Tapera akan menambah jumlah iuran wajib dengah jumlah tidak lebih besar dari 3% jumlah gaji, maksimal 20 kali dari upah minimum. Beban iuran tersebut dibagi kepada Pemberi Kerja sebesar 0.5% dan Pegawai sebesar 2.5%, sedangkan Pekerja Mandiri membayar iuran tersebut sendiri. Setiap peserta program Tapera akan mendapatakan Nomor Identitas Kepesertaan dan Rekening Individu. Diakhir masa kepersertaan setiap Peserta akan mendapatkan uang tabungan Tapera, ditambah dengan bunga hasil investasi, sedangkan hanya Peserta yang memenuhi persyaratan yang dapat memanfaatkan dana Tapera. Investasi Tapera akan fokus pada investasi produk keuangan perumahan dan kawasan permukiman berserta produk terkaitnya. Investasi akan dilakukan dengan sistem Syariah Islam atau konvensional yang setiap Peserta dapat memilih. Program Tapera nantinya akan diawasi dan dikelola oleh Badan Pengolaan Tapera (BP Tapera).

Tujuan Tapera

 Tapera bertujuan untuk:

  1. Menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang bagi pembiayaan perumahan yang terjangkau;
  2. Memenuhi kebutuhan Peserta terhadap perumahan;
  3. Memberikan kemudahan kepada Peserta dalam mengakses pembiayaan perumahan;
  4. Memberikan kepastian hukum kepada Peserta dalam mendapatkan pembiayaan perumahan; dan
  5. Memberikan perlindungan kepada Peserta dalam mendapatkan pembiayaan perumahan.

Kepesertaan Tapera

Pekerja dan Pekerja Mandiri yang memenuhi persyaratan wajib menjadi Peserta Tapera. Persyaratan tersebut, adalah:

  1. Berpenghasilan di atas upah minimum;
  2. Berusia sekurang-kurangnya 18 (Delapan Belas) tahun atau yang sudah menikah.

Para Pekerja didaftarkan oleh Pemberi Kerja Sedangkan para Pekerja Mandiri mendaftarkan dirinya sendiri ke BP Tapera. Ketika para Pekerja dan Pekerja Mandiri menjadi Peserta Tapera, mereka akan mendapatkan Nomor Identitas Kepersertaan yang dapat digunakan untuk: (I) Sebagai bukti kepesertaan; (II) Pencatatan Administrasi; (III) Simpanan; dan (IV) Akses Informasi Tapera. Selain itu setiap Peserta Tapera juga akan mendapatkan Rekening Individu berupa rekening efek. Setiap Peserta yang tidak membayar Simpanan dinyatakan nonaktif dari kepersertaan.

Berakhirnya Masa Kepersertaan Program Tapera

Kepersertaan program Tapera berakhir jika: Read the rest of this entry »

, , , , , , ,

No Comments

Podcast on Real Estate Law – Edisi Spesial – Perbedaan Reklamasi dan Zonasi

No Comments

Podcast on Real Estate Law – Edisi Spesial – Reklamasi Teluk Jakarta

No Comments

Podcast on Real Estate Law – Hak Pakai

No Comments

Podcast on Real Estate Law – Hak Sewa dan Hak Pengelolaan

No Comments