Bangunan | Hukum Properti - Part 2

Posts Tagged Bangunan

Condominaal

Condominaal (Lat): Menjadi milik bersama; kondominal diatur di dalam KUH. Perdata pasal 633, yaitu: Tiap-tiap tembok yang dipakai sebagai tembok atas bangunan-bangunan, tanah-tanah, taman-taman dan kebun-kebun milik yang satu dan yang lain, harus dianggap sebagai batas milik bersama, kecuali kiranya ada sesuatu atas hak atau tanda-tanda, yang menunjuk akan sebaliknya.

Jika bangunan-bangunan itu tidak sama tingginya, maka tembok batas tadi harus dianggap sebagai milik bersama setinggi bangunan yang terendah.

  • Apabila Anda memiliki pertanyaan mengenai Condominaal,  silakan hubungi kami ke query@lekslawyer.com

, , , , , , , , , ,

No Comments

Verpachten

For rent sign in wilderness

Verpachten (Bld) adalah menyewakan tanah, (lihat pasal 1589 KUH.Perdata)

Pasal 1588 KUH.Perdata

“Jika di dalam suatu persetujuan sewa tanah disebutkan suatu keluasan sungguh-sungguh, maka hal ini tidaklah menjadi alasan untuk menambah atau mengurangi harga sewa, melainkan hanya dalam hal-hal dan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam bab kelima dari buku ini.”

  • Jika Anda mempunyai pertanyaan seputar Verpachten, silakan hubungi kami melalui surel ke query@lekslawyer.com

, , , , , , ,

No Comments

Hak Hipotek

A garden and apartments

Hak Hipotek adalah hak kebendaaan atas benda-benda tetap untuk mendapatkan penggantian atas hasil penjualan benda tersebut sebagai pelunasan suatu perikatan.

  • Apabila Anda memiliki pertanyaan mengenai Hak Hipotek,  silakan hubungi kami ke query@lekslawyer.com

, , , ,

No Comments

Grondrente

Pajak Bumi dan Bangunan

Grondrente: Pajak tanah (lihat: pasal 737 BW); suatu kewajiban untuk membayar sesuatu dari seorang pemilik tanah atau barang tidak bergerak.

 

  • Jika Anda mempunyai pertanyaan seputar Grondrente , silakan hubungi kami melalui surel ke query@lekslawyer.com

, , , , , , ,

No Comments

Uitweg

Uitweg - Lekslawyer Uitweg: Jalan keluar, jika seseorang pemilik sebidang tanah/pekarangan yang letaknya dijepit atau di belakang tanah orang lain sehingga tidak mempunyai jalan untuk keluar, maka si pemilik tanah itu berhak untuk menuntut kepada tetangganya agar supaya diberi jalan/pintu keluar yang menuju jalan/parit umum (lihat: pasal 667 BW (“burgerlijk wetboek”) / KUH Perdata)

, , , , , , ,

No Comments