Hukum Properti - Pengetahuan Hukum Agraria dan Pertanahan di Indonesia

Posts Tagged Pertanahan

Daily tips: Dasar Hukum IMB

If you are an article marketer, or you have entertained the possibility of writing articles, then keep reading…

In this article, I define the Six Essential Elements of writing articles that generates traffic and produces sales for your website…

It will all begin to make sense to you when you step into the shoes of your readers… Because once you understand how your readers read your articles, it becomes rather obvious what your articles need to include in order for you to generate interest in your article, and successfully deliver visitors to your website…

Once you understand the “how and why” of writing great articles, you will have the knowledge necessary to help you join the ranks of the article marketing superstars… But if you miss the point of this article, you are instead likely to join the ranks of the people who whine about how Article Marketing a scam…

There Are Six Essential Elements of Successful Article Marketing:

1. Title – Many people suggest that you should put your top keywords at the front of your article title, but I don’t subscribe to that methodology. I do include my target keywords in the title, when I can, but an article that is well-optimized for the search engines is worthless if it does not get published… The #1 goal of your articles’ title is to get the article opened!! You must present a title that is going to get the attention of publishers and readers; you must present a title that is going to compel a person to at least open your article to see if they will want to read it…

2. Opening Paragraph – The title got your article opened, but now you need your reader to read the article… Tell your reader why they should keep reading your article and read it to its conclusion… Any reader who does not reach your website from your article is a “missed opportunity” to sell your stuff… Show people why it will be in their best interest to finish reading your article…

3. The Article Body – The article body must meet the promise of the Article Title and the opening paragraph… The article body must retain the interest of the reader to the last word… The article body should tell a story people want to read, and leave them wanting more… The article body must successfully carry the reader to the articles’ closing paragraph and to your Author’s Resource Box…

4. Your Closing Paragraph – Ideally, when your reader reaches the last paragraph of an article, the reader should be happy to have read the article to its conclusion. This is the first point about your closing paragraph. The second is that the closing paragraph should successfully bridge the reader from the article to the Authors’ Resource Box. After all, the Authors’ Resource Box is where the writer will get paid for having invested the effort into writing the article. When the reader reads the resource box and takes the action the author asked him or her to take, then the process of writing has the opportunity to offer the writer great rewards.

5. The Authors’ Resource Box – The Authors’ Resource Box needs to transition the reader from your article to your website, by offering a compelling call-to-action to get the reader to go to your website… Tell who you are, but don’t go overboard… People do not care who you are or what you have done – they only care about what else you can do for them… Jeff Herring wrote a great article that elaborates a bit further on how to construct an effective Resource Box here ( here.

Don’t hate me for this, but getting traffic is the easy part — my websites get 3/4 million visitors per year. Subscribe to my Traffic Tips mailing list and get a 25-page PDF that teaches an important lesson about Google. Join the Online Business Insider’s forum to directly ask me questions about Traffic Generation. Or, go to http://WritingPuzzle.com/ to find my products for writers. Bill Platt has been marketing products & services online since 2001.

Read more articles written by Bill Platt

, , , , , , , , , , ,

No Comments

Daily tips: Prosedur dan Mekanisme Pembuatan Akta Tanah

Secara garis besar prosedur dan mekanisme pembuatannya, adalah :

  1. Penjual wajib menghubungi kantor pajak untuk menentukan jumlah pajak yang harus disetor berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Kantor pajak akan memberikan surat setoran pajak (SSP).
  2. Penjual membayar paj
    ak ke bank yang telah ditentukan.
  3. Bukti dari setoran pajak dan sertifikat asli dibawa ke PPAT.
  4. PPAT akan meneliti apakah penjual merupakan orang / lembaga yang berhak atas tanah tersebut.
  5. PPAT akan meneliti apakah pembeli merupakan orang / lembaga yang berhak membeli tanah tersebut.
  6. Jika harus mewakilkan kepada seseorang, kuasa itu harus dinyatakan secara tertulis di atas kertas bermaterai secukupnya dan dilegalisasi seperlunya.
  7. Menunjukkan sertifikat tanah yang asli untuk diperiksakan ke kantor pertanahan (BPN) setempat. Jika tanah belum didaftarkan / dibukukan dalam buku tanah, kantor BPN dapat menerbitkan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) di kantor tersebut.
  8. Penyerahan IMB dan blue print (gambar cetak biru).
  9. Penyerahan copy KTP penjual (suami – istri).
  10. Penyerahan surat persetujuan menjual dari suami – istri.
  11. Penyerahan copy kartu keluarga penjual.
  12. Penyerahan copy KTP pembeli.
  13. Pembuatan akta jual – beli di PPAT.

 

, , , , , , ,

No Comments

Daily tips: Prinsip Dasar Mengenai PPJB

Hal – hal yang menjadi prinsip dasar mengenai PPJB adalah :

1. Uraian obyek pengikatan jual – beli, meliputi :
(i)     Luas bangunan disertai dengan gambar arsitektur dan gambar spesifikasi teknis.
(ii)   Lokasi tanah sesuai dengan pencantuman nomor kavling.
(iii) Mengenai luas tanah beserta perizinannya.

2. Kewajiban dan jaminan penjual
Pihak penjual wajib membangun dan menyerahkan unit rumah / kavling sesuai dengan yang ditawarkan kepada pembeli, sehingga PPJB menjadi pegangan hukum untuk pembeli.

3. Kewajiban bagi pembeli
Kewajiban pembeli adalah membayar cicilan rumah / kavling dan sanksi dari keterlambatan berupa denda. Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 9 Tahun 1995 menjelaskan bahwa besar denda keterlambatan adalah 2/1000 dari jumlah angsuran per hari keterlambatan.

 

, , , , , , , , , ,

No Comments

Rumah Susun yang Dibangun di Atas Tanah Hak Guna Bangunan Yang Terbit di Atas Tanah Hak Pengelolaan

Latar Belakang

Dalam Pasal 7 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 16 tahun 1985 tentang Rumah Susun, pengembang (“Developer”) dapat membangun rumah susun di atas tanah Hak Pengelolaan (“HPL”). HPL adalah hak menguasai dari negara yang kewenangan pelaksanaannya dilimpahkan kepada pemegangnya. Di atas tanah dengan HPL dapat diberikan atau dibebankan dengan hak-hak atas tanah, yaitu Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”). Developer memiliki kewajiban untuk menyelesaikan status HGB atau HP di atas tanah HPL tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebelum menjual properti yang bersangkutan. Maka dari itu, Developer tentunya harus mengetahui tata cara pemberian serta pengaturan lain terkait dengan HGB dan HP di atas tanah HPL, dimana pengaturannya diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 1996 (“PP 40/1996”) dan Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian Hak Atas Tanah dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan (“Permenag 9/1999”). Berdasarkan hal tersebut, di sini akan dibahas secara umum mengenai HGB di atas tanah HPL.

Pemberian HGB di atas Tanah HPL

Merujuk pada Pasal 19 PP 40/1996, yang berhak menjadi pemegang HGB adalah (i) Warga Negara Indonesia; dan (ii) badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia. HGB di atas tanah HPL diberikan melalui keputusan pemberian hak oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang agraria/pertanahan (“Menteri”) atau pejabat yang ditunjuk, berdasarkan usul pemegang HPL. Berdasarkan Pasal 4 ayat (2) Permenag 9/1999, diatur bahwa permohonan hak atas tanah di atas tanah HPL, dalam hal ini adalah HGB di atas tanah HPL, pemohon HGB terlebih dahulu memperoleh penunjukkan berupa perjanjian penggunaan tanah dari pemegang HPL. Read the rest of this entry »

, , , , , ,

No Comments

Daily tips: Isi dan Tujuan Perjanjian Pengikatan Jual – Beli (PPJB)

Perjanjian Pengikatan Jual – Beli (PPJB) merupakan salah satu kekuatan hukum sekaligus jaminan hukum pada saat membeli rumah. PPJB diatur berdasarkan Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 9 Tahun 1995, yang secara garis besar berisikan :

  1. Pihak yang melakukan kesepakatan.
  2. Kewajiban bagi penjual.
  3. Uraian obyek pengikatan jual – beli.
  4. Jaminan penjual.
  5. Waktu serah terima bangunan.
  6. Pemeliharaan bangunan.
  7. Penggunaan bangunan.
  8. Pengalihan hak.
  9. Pembatalan pengikatan.
  10. Penyelesaian Perselisihan.

 

, , , , , ,

No Comments

%d bloggers like this: